Q&A HIDUP DENGAN INTENSITAS
- nancy dinar
- Jun 15, 2024
- 4 min read
Updated: Jun 20, 2024
With Nancy Dinar

Waktu yang lalu Ms. Nancy berkata bahwa Gifted Individu adalah orang yang supersensitive? Apa maksudnya?
Supersensitive atau overxcitability diperkenalkan oleh Kazimiers Dabrowski. Ini berbicara mengenai dua faktor bagi seorang individu, yaitu supersensitive terhadap stimuli atau overreaction to stimuli.
Bagi orang yang overexcited tidak ada kata "sedang-sedang saja" semuanya "sangat". Sangat panas, sangat senang, sangat susah, sangat sakit, sangat romantis....
Menurut Dabrowski ada 5 jenis overexctability yaitu : intellectual, imaginational, physical, emotional and sensual.
Intellectual OE, memampukan orang untuk pursue knowledge. Senang belajar dan self-directed.
Imaginational OE, adalah kemampuan untuk berfantasy dan memakai simbol2.
Physical OE, sangat aktif, surplus energy, mereka tidak bisa diam, bergerak atau berbicara tidak henti. Kebutuhan mereka untuk terus bergrak dan berbicara ditambah dengan energi yang berlimpah sering disalah mengertikan sebagai ADHD.
Emotional OE, dapat merasakan emosi yang intens, emosi yang kompleks dan ekstrem, empati, dramatis.
Sensual, supersensitif pada rasa, penciuman, sentuhan, penglihatan, mereka memiliki apresiasi yang tinggi pada seni sejak masih kecil. Mereka cenderung rewel terhadap suara, tag baju, memilih2 makanan, peka terhadap cahaya. Sering disalah mengerti dengan Sensory Disorder
Perlu dicatat, tidak semua orang gifted adalah OE demikian juga kita bisa mendapati OE pada orang yang bukan gifted. Namun kombinasi dari satu atau dua OE sangat tinggi prevalensinya pada mereka yang highly gifted.
Apakah seorang gifted memiliki semuanya? Atau hanya satu dan dua bidang?
Seseorang bisa memiliki satu atau kombinasi dari 5 OE. Dan OE bukan hanya terjadi pada orang gifted saja. Hanya saja orang gifted yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami OE.
Misalnya Albert Einstein punya kombinasi antara imaginational dan intellectual. OE dalam hal imaginational membawa ia bisa membayangkan apa yang tidak ada di dunia ini atau hal-hal yang abstrak, misalnya universe, waktu, pattern. Intellectual OE yang memberikan ia curiosity untuk mencari tahu dan menginterpreatsikan imajinasi itu menjadi teori. Atau suatu yang abstrak menjadi real.
Mereka yang memiliki beberapa kombinasi OE bisa melihat dunia secara berbeda, multisided, different colors, bisa merupakan pengalaman yang menyenangkan tapi juga membuat menderita dan frustasi.
Kita sudah sering mendengar tenang teori perkembangan dari Abraham Maslow tapi kurang dengan tentang Dabrowski, memngapa?
Teori Dabrowski memiliki kurang waktu untuk berkembang.
Teori Dabrowski lumayan kompleks untuk dimengerti karena tidak linear, dan tidak tidak terjadi pada general population.
Bisa dijelaskan dengan sederhana apa teori Dabrowski tersebut?
Dabrowski menjelaskan bahwa ada 5 level perkembangan manusia. Level I adalah level dimana kebanyakan kita berada, dorongan utama dari mereka yang ada di level I ini adalah memenuhi kebutuhan biologis dan instinct untuk survival. Bagi mereka yang terutama adalah konsensus, mereka melakukan seperti apa yang diharapkan oleh masyarakat. Banyak politikuis, CEO, rohaniawan, orang-orang religious atau berstatus (decent people) yang ada pada level ini. Pada level ini tidak ada konflik pada diri mereka. Selaras dengan lingkungan. Seringkali untuk selaras dengan ekspektasi masyarakat kita harus kompromi. Apa yang benar dan salah menjadi norma. Setiap orang mengembangkan persona/topeng untuk menjadi seperti apa yang diinginkan orang lain.
Level II adalah mereka yang mulai mempertanyakan "Why?” What's the meaning of life?" Who am I?", mereka ini mengalami disintergrasi dan psychoneurosis. Dalam teori Dabrowsi Psychoneurosis seperti Existensial Depression dan Anxiety adalah pertanda positif, berarti sedang terjadi pertumbuhan dalam diri seseorang. Seperti luka yang harus dikorek sebelum disembuhkan. Jika orang ini memiliki faktor Developmental Potential (yang terdapat pada orang Gifted), antara lain overexcitability. Orang gifted sering mengalami ini karena faktor overexcitability tadi maka kemungkinan ia akan menuju ke level berikut. Namun jika tidak akan kembali dan settle di level pertama.
Level II dan III, adalah transisi sebelum seseorang ke level berikutnya. Faktor2 yang membuat orang bertumbuh selain dari DP, juga self-education, self-reflection, self-healing.
Level V atau yang paling tinggi adalah mereka yang menemukan diri mereka sendiri. The real self. Visioner, real people. Berbeda dengan teori2 perkembangan lainnya yang pada dasarnya bisa dicapai oleh semua orang, menurut Dabrowski sangat jarang orang yang sampai pada level V. Mereka bukan hanya require giftedness tapi juga spirituality, personality, yang extra ordinary. Mereka adalah orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri dan berjuang unutk kemajuan humanity. Beberapa contoh seperti: Mother Teresa, Nelson Mandela, Martin Luther, Jr.
Tadi Ms. Nancy mengatakan bahwa banyak CEO atau politikus bahkan religious leader yang berada di level I, berarti mereka tidak pernah bertumbuh?
Karena konsesus tertentu kita dituntut untuk menjadi orang terpadang di masyarakat, agar ide mereka bisa diterima. Misalnya untuk menjadi politikus kita harus memenangkan suara terbanyak. Seorang politikus tidak dituntut utk menjadi dirinya sendiri, dia dituntut untuk menjadi seperti apa yang diinginkan orang banyak. Demikian juga dengan CEO, rohaniawan lainnya. Mereka berada dalam satu sistem atau struktur yang tidak boleh dipertanyakan. Ketika mereka pertanyakan ketidakadilan atau korupsi atau memiliki pemikiran berbeda, sering mengalami krisis dengan diri sendiri, dengan concious, dengan kata hati. Pilihannya adalah mengikuti kata hati atau kata orang banyak. Mereka yang mengikuti kata hati sering konflik dengan lingkungannya sehingga menimbulkan disintegrasi atau neurosis.
Mengapa Ms. Nancy tertarik dengan Dabrowski?
Dari dulu saya tertarik dengan teori perkembangan, saya juga belajar theologi dan spirituality. Saya banyak mengalami spiritual experience, ketika mencari
untuk hal-hal spiritual yang saya alami, saya menemukan teori ini menjelaskan banyak hal.
Jadi ada faktor spiritual dalam teori ini?
Teori ini multifacet, pengalaman setiap pribadi pasti beda. Bagi saya bukan hanya hal spiritual tapi juga mystical. Tapi saya percaya bukan itu tujuan Dabrowski semula...
Tapi implikasinya seperti itu.
Comments