top of page
Search

BEHIND THE SCENE

Updated: Jun 20, 2024




Sudah lama saya ingin menulis buku lagi, tepatnya 10 tahun. Kenangan pernah nulis buku yang bertahun-tahun bertengger di TB Gramedia dan jadi Best Seller. Tapi ngulang lagi pengalaman itu rasanya susah sekali. Tidak mudah mendapatkan mood, energi, waktu dan motivasi untuk menulis buku di tengah kesibukan saya sekarang. Meskipun banyak ide seliweran di kepala tapi semua seperti pasir di pinggir laut yang tidak menyatu. 


Mungkin semesta mendengarnya. Terjadilah krisis besar dalam hidup. Saya mengalami goncangan mental hebat yang mengubah diri saya dari dalam. Saat dalam proses pemulihan saya mencoba berbagai pendekatan medis, psikologis dan spiritual. Saya mulai kembali menulis dan belajar meditasi. Keduanya memberikan kerjernihan, kesegaran dan keteraturan. Apa yang tadinya chaos menjadi tersusun rapih dalam bentuk tulisan. 


Selama kurang lebih 4 bulan saya menulis. Sering bangun pagi hari dan duduk di meja kerja sampai malam. Kadang dalam kondisi "flow" sehingga lupa segalanya. Ide-ide yang tadinya seperti pasir di tepi laut mulai terkumpul dalam sandbox siap dibentuk. Yang paling menakjubkan, kenyataan bahwa saya dapat belajar dari diri sendiri. Mengorganisir pikiran-pikiran yang tidak saya kenal namun ada dalam diri; menuangkannya dalam bentuk tulisan yang akhirnya memberikan 'insights' yang baru.


Setelah manuskrip pertama selesai saya mulai review dan revise buku sendiri. Dan ini bukan hal yang gampang. Butuh waktu 2 bulan sebelum saya melempar manuskrip ke editor. Selama itu saya harus baca manuskrip berulang-ulang, hari demi hari. Bosan tapi penasaran. Obsesif-kompulsif kambuh. Revise and rewrite 3000x. Mencocokkan fakta dengan sumber terpercaya, dan seterusnya. Kerjaan yang tidak selesai2, karena selalu ada saja hal yang perlu dikoreksi.


Saya memilih self-publish agar bukunya bisa terbit lebih cepat. Selain itu saya pun ingin belajar membangun branding, promosi, dan kampanye sendiri. Memang ini agak nekad dan 'risky,' di tengah banyaknya kerjaan rutin saya serta satu proyek besar menanti, "merepotkan diri" ini kan 'suicidal'. Untungnya, after all these years, saya juga belajar skill baru yaitu, "ask for help" dari orang-orang yang lebih bisa. Dengan kata lain, proyek ini bentuknya menjadi kolaborasi. Anak saya bantu buatin website dan design brand, ponakan bantu pegang marketing dan kampanye, teman yang satu bantu design grafis, teman-teman lainnya bantu bikin konten dan production, staf ikut monitoring dan promosi, selain itu banyak juga support dari penerbit. Okelah, saya penulis, tapi jika buku ini sampai ke tangan pembaca itu karena kerjasama berbagai pihak.


Ternyata, yang tadinya pengen terbit buru-buru ada prosesnya juga. Hitung-hitung proses ini makan waktu satu tahun! Mak, benar, gak ada hal yang berkualitas dihasilkan dengan terburu-buru. Meskipun belum sempurna, dan memang gak akan ada yang sempurna, akhirnya buku ASJG terbit. Maaf jika masih ada kesalahan dam kekurangan. Saya sebagai penulis, editor saya (Donna dan Kiki), staf admin Stiletto (Nana, Nina, Unun), staff design/layout Stiletto, proofreader Stiletto, telah melakukan yang terbaik. Harapan saya buku ASJG bisa bermanfaat dan lebih dari itu mengubah kehidupan pembaca. 

 
 
 

Comments


0811-1168-167

Noble Academy

SOHO Capital lt.25

Tanjung Duren, Jakarta Barat

bottom of page